Garam dapur sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dahulu. Garam pernah menjadi ukuran tingkat kesejahteraan suatu negara. Jika rakyat tidak mampu lagi menikmati makanan bergaram, pertanda negaranya sudah sangat miskin.
Manfaat Garam
Natrium atau sodium adalah mineral yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan asam-basa dan mengontrol tekanan osmotik cairan, terutama dalam serum darah dan di luar sel (ekstraseluler). Keseimbangan ini harus terjaga agar setiap organ tubuh dapat menjalankan tugasnya. Jika tingkat pH tidak seimbang, misalnya terlalu asam atau terlalu basa, maka mineral tertentu akan mudah mengendap. Ini dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal dan endapan asam urat pada persendian.
Darah mengandung 0,9% NaCl. Kita memerlukan lebih kurang 200-500 miligram natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam dalam darah tetap normal agar tubuh tetap sehat. Natrium juga sangat penting untuk fungsi otot dan syaraf. Kekurangan natrium sering dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti kram, lemes dan sering merasa lelah (fatigue), kehilangan selera makan, daya ingat menurun, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan penglihatan, rambut tidak sehat dan terbelah ujungnya, serta terbentuknya bercak-bercak putih di kuku.
Kapan Garam menjadi Berbahaya?
Konsumsi garam berlebihan mengakibatkan air di dalam tubuh tertahan sehingga volume darah yang beredar akan meningkat. Hal ini akan meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah (hipertensi). Keadaan ini dapat mengakibatkan timbulnya gangguan jantung, stroke dan sebagainya.
Garam bersifat higroskopis mudah sekali menyerap air. Jika konsumsi garam berlebihan, konsentrasi garam dalam cairanpun akan meningkat. Garam akan menarik keluar banyak cairan yang tersimpan dalam sel sehingga memenuhi ruang di luar sel. Akibatnya tubuh akan bengkak, seperti pembengkakan kaki pada ibu hamil. Jika gejala ini diabaikan dan konsumsi garam tidak dibatasi dapat terjadi keracunan kehamilan, bahkan keguguran (preklamsi).
Sejumlah penelitian menguatkan adanya hubungan antara usia dini pemberian garam dan kerentanan risiko hipertensi. Orang tua yang terlalu memicu banyak menambahkan garam ke dalam makanan anak-anaknya, ternyata memicu anak tersebut cenderung berpotensi hipertensi. Bayi belum memerlukan tambahan garam dapur karena kebutuhan natrium bisa terpenuhi dari bahan makanan dan ASI.
Berapa Banyak Garam yang dibutuhkan Tubuh?
Dr. Lewis K Dahl, peneliti dari New York mengingatkan, setiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atai 1,5 sendok teh garam setiap hari. Disarankan juga untuk meminimalkan konsumsi makanan kalengan yang mengandung garam tinggi sebagai pengawetnya.
Assalamuallaikum
BalasHapussalam kenal
saya seorang ayah setalah membaca artikel yang anda tulis saya jadi mengerti bagaimana harus merawat anak dan aku bisa memberikan arahan pada istriku, saya kira ini sangat bermanfaat sekali, tapi bolehkah saya menyuting artikel anda ini agar lebih bermanfaat lagi insyaAllah akan saya cantumkan penulis dan sumbernya
terimakasih
alli
wonkJ4v4@gmail.com